Beranda

MENULISLAH SEKARANG JUGA!

Teman-teman, pernahkah punya cita-cita menjadi penulis? Aku jadi teringat masa SMP dulu. Ibu guru bertanya, “Apa cita-citamu?” Lalu aku jawab, “Menjadi penulis” walau saat itu tidak tahu alasannya apa. Hanya saja aku selalu terkagum-kagum melihat orang duduk di puncak gunung atau di pinggir pantai sambil mengetik di laptop. Yups, laptop, barang khayalan yang mustahil bisa dimiliki bagi orang miskin seperti aku.

Di tahun 2008, aku dipercaya memegang laptop sekolah karena tugasku sebagai operator. Tapi, aku lupa dengan cita-citaku, tak pernah ada waktu untuk menulis sesuatu. Dalam benakku hanya ada data sekolah saja. Hingga suatu masa dalam pernikahanku diuji, aku memiliki penyakit yang karenanya tak bisa menjalankan fungsiku sebagai istri. Aku mulai lelah menjadi lemah dan tak berdaya, hingga akhirnya mundur dari pernikahan. Memberikan ruang bagi seseorang untuk bertumbuh, dan memberikan ruang bagiku untuk sembuh. Tapi, aku lupa, bagaimana menjelaskan kepada anakku kelak kenapa aku tak lagi bersamanya?

Sejak kesadaran untuk menulis muncul, aku mulai belajar. Mengikat sebuah perjalanan dengan tulisan, menorehkan semangat dengan untaian kata, berharap menjadi jejak sejarah yang akan menjelaskan kepada dunia bahwa aku punya alasan untuk setiap keputusan. Dan aku ingin suatu hari anakku mengetahui itu.

Di tahun 2020, terbitlah novel pertamaku berjudul Kesabaran Seorang Perempuan. Berawal dari novel ini, aku menjadi punya alasan kuat kenapa menulis menjadi sesuatu yang sangat penting dan urgent untuk dilakukan. Yups, membuat jejak sejarah kehidupan agar kita tak hilang ditelan zaman walau ruh telah terbang dan raga dikuburkan.

Ternyata aku perlu waktu dua belas tahun sejak laptop menjadi keseharianku, dan perlu tiga puluh tujuh tahun sejak cita-cita itu dicetuskan hingga lahirlah sebuah buku. Selama itu, kah? Apakah perlu sesuatu membentur kepala kita dulu untuk kemudian sadar akan sesuatu? Sungguh buang-buang waktu. Teman-teman, menulislah sekarang juga. Karena setiap dari kita memiliki alasan untuk menulis sama halnya punya alasan untuk selalu berbagi kebaikan.

Banyak hal baik yang bisa kita bagikan, bukan? Maka, mulailah! Aku pun akan mulai berbagi kisah. Tentu saja bukan membagikan tips “Bagaimana menjadi keluarga sakinah dan langgeng”, karena aku sendiri pernah gagal dalam pernikahan. Tapi, setidaknya aku bisa bagikan hal-hal yang membuat pernikahan itu gagal, dan orang lain tak perlu mengulang kegagalan itu. Ayo, menulis!!!

idays